Daun Sirsak Obat Kanker Payudara yang Ampuh

Tahukah Anda Daun Sirsak merupakan Obat kanker payudara yang ampuh, temukan penjelasannya disini bersama ciricirikanker.com
Seperti yang kita ketahui, daun sirsak selain dapat di gunakan untuk obat kanker, rebusan dari daun ini juga dapat di gunakan sebagai obat pegal linu, encok dan juga srepet.

daun sirsak obat kanker payudara yang ampuh - ciri ciri kanker
Daun sirsak merupakan salah satu tanaman pembasmi sel kanker payudara yang ampuh

Daun sirsak mungkin tidak semenggiurkan daging buah sirsak. Tapi ternyata, manfaat daun sirsak jauh lebih banyak daripada buahnya itu sendiri. Kita bisa menganggap ini sebagai bentuk kompensasi dari tidak dianggapnya daun. Dianggapnya daun sebagai bagian tidak penting dari sebuah pohon buah atau bunga. Daun sirsak mulai naik daun dari hasil penelitian yang telah dilakukan ahli bahwa daun sirsak mampu menjadi alternatif pengobatan bagi penderita kanker. Ini juga disinyalir lebih baik daripada kemoterapi hingga 100 kali lipat! Kandungan khasiat antikanker pada daun sirsak juga jauh lebih tinggi dibandingkan pada buah sirsak.

Khasiat alias manfaat antikanker yang lebih tinggi dari sirsak inilah yang telah membuat daun sirsak kemudian diolah dalam beragam bentuk. Pengolahan daun sirsak dapat berbentuk kapsul, seduhan teh, dan lain-lain. Semuanya sama-sama menyajikan manfaat dari daun sirsak. Ini melejitkan banyaknya perusahaan yang memberikan obat-obat herbal dan alternatif dalam pembudidayaan sirsak ini.

Penggunaan manfaat daun sirsak untuk obat sendiri sebenarnya mudah dan dapat dilakukan sendiri. Caranya cukup mengumpulkan daun-daun sirsak yang telah berwarna hijau tua. Setelah mengumpulkan daun-daun sirsak yang berwarna hijau tua ini, beberapa lembar daun sirsak direbus kemudian diminum selagi hangat. Tentu saja, ada beragam resep berbeda untuk jumlah seduhan daun sirsak pada setiap penyakit.

Pada setiap penyakit? Iya, benar. Daun sirsak ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengobati kanker dan sebagai antikanker saja. Tapi daun sirsak ini juga dapat digunakan menyembuhkan penyakit lain sebagai tambahan manfaatnya. Sebut saja: asma, asam urat, dan ambeien. Berikut akan dipaparkan beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan manfaat daun sirsak beserta takaran seduhan air rebusannya:

Khasiat dan Manfaat Daun Sirsak

  • Mengobati ambeien – Resepnya dengan seduhan sirsak bebas yang kemudian air rebusannya diminum.
  • Mengobati asam urat – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 6 hingga 10 lembar daun sirsak dengan 2 gelas air. Lalu, minum air rebusan tersebut.
  • Mengobati asma – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 7 lembar daun sirsak yang dibuat sarang oleh semut rangrang. Setelah itu, minum air rebusan tersebut.
  • Mengobati sakit pinggang- Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 20 lembar daun sirsak dengan 5 gelas air hingga tereduksi menjadi 3 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati infeksi – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 4 hingga 5 lembar daun sirsak dengan 4 gelas air hingga tereduksi menjadi 1 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut.

Adapun setelah meminum rebusan dari daun sirsak sendiri, akan timbul rasa yang kurang nyaman. Rasa kurang nyaman itu berupa rasa panas di perut dan terus-menerus berkeringat. Perasaan dan reaksi yang terjadi ini mirip dengan kemoterapi yang mana sedang melawan kanker. Dikarenakan penggunaan daun sirsak sendiri adalah pengobatan alternatif / tradisional / herbal, maka hasilnya tidak bisa dalam semalam. Hasil dari penggunaan air rebusan daun sirsak akan terlihat minimal selama 2 minggu pemakaian. Bisa juga lebih. Agar lebih terpantau, lakukan pengecekan berkala pada dokter khususnya jika itu adalah penyakit yang terbilang berat. baca juga khasiat dan manfaat daun salam.

Di samping itu, daun sirsak juga memiliki manfaat untuk kecantikan dan kesehatan. Secara berturut-turut seperti manfaat daun sirsak untuk: menguatkan saraf, menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), menghambat virus, mengobati bisul, mengurangi stres dan menghambat mutasi gen. Tidak semua harus menggunakan air rebusan daun sirsak. Bisa juga hanya dengan meletakkan daun sirsak di atas penyakit luar semisal bisul.

Cara pengobatan alternatif kanker payudara menggunakan daun sirsak

setelah mengetahui lebih jelas tentang daun sirsak, berikut ini kami tunjukan ramuan untuk mengobati kanker payudara dengan daun sirsak.

Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air hingga tereduksi menjadi 1 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut. selamat mencoba dan semoga lekas sembuh…

Kanker Payudara

Apakah kanker payudara itu ?

ciricirikanker.com _ Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

kanker payudara - ciri ciri kanker

Berikut 5 fakta tentang kanker payudara:

  1. Kanker payudara hanya menyerang perempuan. Laki-laki juga ternyata bisa terserang kanker payudara, namun dengan 100 kesempatan yang lebih rendah dari perempuan. Bagi laki-laki, diagnosa biasanya datang setelah stadium lanjut. Hingga kini, penelitian soal perbedaan kanker payudara antara laki-laki dan perempuan masih diteliti oleh para ilmuwan yang dipimpin oleh Sharon Gordano, M.D. dan Fatima Cardoso, M.D,.
  2. Kanker payudara hanya menyerang mereka yang berusia lanjut. Ketika berbicara tentang umur, tak ada diskriminasi bagi kanker payudara. Menurut American Cancer Society, sekitar 12,880 perempuan di Amerika Serikat berusia di bawah 40 tahun didiagnosa terkena kanker payudara. Pada beberapa kasus, kanker payudara justru jadi penyakit turunan.
  3. Jenis kanker payudara yang diderita semua orang sama. Berdasarkan data penelitian BCRF, kanker payudara punya jenis yang berbeda. Para ilmuwan sedang mempelajari beberapa tipe yang sering muncul untuk masuk kategori lebih spesifik. Pembedaan ini juga bermanfaat untuk mengetahui cara penanganan paling tepat untuk setiap individu.
  4. Kanker payudara selalu berbentuk gumpalan. Faktanya, banyak tanda lain untuk mengidentifikasi apakah seseorang terkena kanker payudara atau tidak. Termasuk pembengkakan payudara, iritasi kulit, inversi puting, serta bintik merah yang ada di sekitar atau tepat di payudara.
  5. Kawat bra dan pemakaian deodorant dapat meningkatkan risiko terserang kanker payudara. Sebuah studi yang dipublikasi di Cancer Epidemiology Biomarkers Prevention pada tahun 2014, membuktikan kalau menggunakan bra berkawat tak menyebabkan seseorang terkena kanker payudara. Sedangkan menurut National Cancer Institute, tak ada hubungan antara pemakaian deodorant dengan kanker payudara. baca juga obat kutil – de nature shop.

Apa saja ciri dan gejala kanker payudara ?

Ciri-Ciri Kanker Payudara –  Cara Mencegah Kanker Payudara dan Cara Mengobati Kanker pada Payudara Secara Alami. Gejala-gejala pada penyakit kanker payudara dan berikut Ciri-Ciri Kanker Payudara Dan Gejalanya. Ciri Ciri Kanker Payudara dan Cara Mencegah Kanker Payudara – Sesuai namanya, kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkembangnya sel kanker di daerah payudara

Penyakit ini kebanyakan menyerang perempuan, tetapi laki-laki juga bisa terkena. Ciri Ciri Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita terbanyak nomor dua di dunia. Sedangkan dari tingkat kematian, jenis kangker ini menyebabkan kematian nomor lima terbesar di dunia.

Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu. Berikut antara lain hal-hal yang harus Anda perhatikan yang merupakan gejala kanker payudara:

benjolan pada payudara anda berubah bentuk / ukuran
kulit payudara berubah warna: dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk
puting susu masuk ke dalam (retraksi)
salah satu puting susu tiba-tiba lepas / hilang
bila tumor sudah besar, muncul rasa sakit yang hilang-timbul
kulit payudara terasa seperti terbakar
payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal Anda tidak menyusui

Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah.

Sedangkan untuk gejala kanker payudara stadium lanjut, berikut adalah kutipan dari Wikipedia . Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:

  • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • terdapat model parasternal;
  • terdapat nodul supraklavikula;
  • adanya edema lengan;
  • adanya metastase jauh;
  • serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

Sejumlah tanda di atas memang merupakan ciri-ciri kanker payudara. Walaupun demikian, jika Anda mengalami satu atau lebih hal di atas, belum tentu Anda menderita kangker payudara. Cobalah periksakan diri Anda ke dokter dan lakukan tes mammografi. Nanti dokter akan menganalisa mammogram yang dihasilkan dan memberikan saran untuk Anda.

Siapa sajakah yang rentan terkena penyakit kanker payudara ?

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:

  • Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.
  • Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
  • Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
  • Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  • Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  • Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
  • Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.